Langsung ke konten utama

Nikah Muda? Why Not?

Kok berani sih ?

Keputusan untuk nikah muda tidak semudah memutuskan pilihan "baju apa yang aku pakai hari ini".
Dia melamarku ketika usiaku 19th, yaps! Aku masih pendidikan semester 3.
Saat lagi seneng-senengnya hangout bareng temen, masih suka ngelirikin cowok cakep, masih suka komentar dandanannya orang :))
Kaget? Banget!
"Ya Allah cobaan apa lagi iniii..", cuma bisa bilang ini sambil nangis di bawah bantal :'

Dia berhasil menikahiku ketika usiaku 20th
You know?
Butuh waktu 1 tahun untuk menerima dan memutuskan 
Menerima apa?
Menerima bahwa aku harus mengakhiri masa lajangku secepat ini 
Menerima bahwa aku harus mencintai laki-laki yang aku nikahi
Menerima bahwa cepat atau lambat aku akan hidup dengannya dan berpisah dengan ayah ibuku

Keputusanku?
Ya, aku menerima lamarannya

Kuliahku gimana?
Insyaallah tetep lanjut, insyaallah :')

Apa ga nanti aja ?
Aduhh cukup ngeri aja liat pergaulan bebas jaman sekarang
Pacaran tapi udah kayak suami istri
Nunggu apa? Nunggu yang setia?
Laki-laki setia itu yang berani ijab qobul di hadapan walimu dan berjanji suci sehidup semati dengan menyebut namanya Allah

"Ketika suatu hubungan diawali dengan pelanggaran (sesuatu hal yang dilarang oleh Allah), maka Allah akan mencabut barokah, nikmat, dan rohmat atas hubungan tersebut"

Ga pengen seneng seneng dulu ?
Alhamdulillah Allah telah memberiku nikmat kebahagiaan yang tidak bisa aku sebutkan karna terlalu banyak
Dan sekarang aku ingin membuat Allah bahagia dengan keputusanku untuk menikah

"Dengan menikah maka 2/3 agamanya telah terjaga"
"Kekalahan terbesar syaitan adalah menikahnya sesama orang Iman, dan kemenangan bagi Syaitan apabila berhasil mengagalkan sebuah pernikahan"

Pertimbangannya apa ?
Hasil sholat istikhorohku hehe
Ga cuma itu aja sih
Aku salut dengan caranya dia melamarku hingga berhasil menikahiku
Dia tidak pernah membualkan kalimat cinta, suka, sayang, rindunya padaku sebelum "SAH"
Tapi dia mengatakannya pada orang tua, saudara, dan teman teman terdekatku
Dia mendekatiku dengan benar, dengan cara yang disenangi oleh Allah

Aku tidak melihat apa pekerjaannya, berapa gajinya, dimana dia bekerja
Yang aku lihat bagaimana agamanya, seberapa sayangnya dia dengan keluarganya, apa persaksian teman-temannya, dan seberapa yakin dia memilihku
Karena, 
Dengan menikah maka Allah akan memudahkan rezeki dan segala urusannya
Menikahlah agar menjadi kaya, bukan menunggu kaya baru berani menikah :))

Perbaiki dulu niat untuk menikah.
Jangan ingin menikah karena nafsu atau harta, tapi menikahlah karena ibadah dan mencari kebarokahan hidup.
Insyaallah rumah tangga jauh lebih tenang, damai, dan bahagia sehingga mencari rezeki pun terasa ringan, menikmati setiap prosesnya, selalu bersyukur, yakin bahwa Allah akan buka pintu rezeki dari arah tak terduga.

Jangan terlalu banyak syarat, 
Karena syarat menikah itu tidak banyak ;)

Yakinkan orang tua,
Minta doa restu orang tua,
Cari dukungan dari keluarga, kerabat, sahabat
Sabar dan berdoalah <3

Gampang banget ya mentang mentang udah nikah (?)
Sebenernya gampang kalo udah ketemu jodohnya sih wkwk

Jadi? 
Masih takut untuk nikah muda?
But, istikhoroh first❤

Komentar

Posting Komentar